Mengenal Sejarah Sumur Zamzam Tempo Dulu

Bagi muslimin dan muslimah, siapa yang tak kenal air zam zam? Hampir seluruh umat islam mengetahui apa itu air zam zam. Sumur air zam zam ini menjadi incaran jamaah haji maupun umrah. Bahkan air ini menjadi daftar oleh-oleh wajib saat pergi haji atau umrah. Air zam zam ini memiliki banyak keistimewaan. Salah satu keistimewaan yang dimiliki air zam zam ini tidak pernah habis sejak zaman Nabi Ibrahim hingga saat ini meskipun telah diambil oleh jutaan umat islam dari berbagai penjuru dunia.

Zam zam sendiri berasal dari ucapan Hajar, istri Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Zam zam dalam bahasa Arab memiliki arti mengumpulkan, menjaga, melimpah ruah, dan meminum seteguk air. Kehadiran air zam zam sendiri merupakan salah satu keajaiban yang ditunjukkan oleh Allah melalui Nabi Ismail Alaihi Salam dan ibunya yaitu Hajar. Pada masa itu, Nabi Ismail yang masih kecil ditinggalkan bersama dengan ibunya oleh ayahnya, Nabi Ibrahim di padang yang tandus, gersang, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tiba pada saatnya bekal yang dibawa Hajar habis, dan Nabi Ismail kecil yang menangis karena kehausan, Hajar pun mulai gelisah dan mencari makanan di padang tandus yang kelak bernama Mekah. Hajar berlari dari bukit Safa ke bukit Marwa lalu kembali lagi ke bukit Safa sebanyak 7 kali untuk mencari makanan dan minuman sambil berdoa meminta pertolongan kepada Allah. Setelah 7 kali berlari antara bukit Safa dan bukit Marwa (lari kecil tersebut sekarang dikenal juga dalam ibadah yakni sai, lihat juga tata cara sai), Hajar tidak mendapatkan makanan dan minuman untuk Nabi Ismail. Hajar terus berdoa meminta pertolongan kepada Allah dan terjadilah mukjizat tersebut. Hajar melihat ke arah anaknya Nabi Ismail yang tadinya menangis tiba-tiba terdiam. Dilihatnya dari arah kaki mungil Nabi Ismail tiba-tiba mengeluarkan air yang sangat melimpah. Hajar pun berlari menghampiri anaknya sambil berkata Zam zam.

Mata air zam zam ini sempat tertutup setelah ribuan tahun tidak terawat sepeninggal Nabi Ibrahin dan Nabi Ismail. Kemudian, pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, lebih tepatnya Kakek Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam yaitu Abdul Muthalib lah yang kemudian menggali mata air zam zam tersebut dan dibuat seperti sumur. Sumur tersebut berada di kawasan yang hingga kini menjadi Masjidil Haram, tepatnya sebelah tenggara Ka’bah.

Bagaimana bentuk Sumur Zam Zam Tempo Dulu?

Sumur zam zam saat ini berbeda dengan sumur zam zam tempo dulu. Dahulu, di atas sumur  ini terdapat bangunan. Pada tahun 1335 H, Raja ‘And al-Aziz mengambil kebijakan untuk memperluas kompleks masjidil haram. Hal ini dilakukan untuk menampung jumlah jamaah haji yang setiap tahun terus bertambah. Proyek perluasan tersebutlah yang mengikutsertakan perbaikan sumur zam zam. Sumur zam zam mulanya hanya diambil dengan alat manual seperti gayung dan ember atau dengan cara ditimba. Namun, saat ini ruang minum air zam zam dipindahkan ke ruang bawah tanah, di bawah tempat tawaf dengan 23 anak tangga yang dilengkapi dengan AC. Ruangan tersebut dibedakan untuk laki-laki dan perempuan. Masing-masing ruangan memiliki 220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan. Meskipun saat ini sumur tersebut tidak ada, Anda tetap bisa melihat wujud dari sumur tersebut di Museum Haramain.

Dimanakah Letak Sumur Zam Zam Tempo Dulu?

Sumur zam zam ini terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Ka’bah. Sumur zam zam ini terletak 21 meter dari Ka’bah. Sumur ini memiliki kedalaman 42 meter. Sumur zam zam kurang lebih terletak di 11 meter dari Kabah, berkedalaman 42 meter. Sumur ini dapat dapat menyedot air sebanyak 11-18,5 liter per detik, sehingga per menitnya dapat menghasilkan 660 sampai 1.110 liter atau 39.000 hingga 66.000 liter per jam. Dari mata air ini, terdapat celah kearah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm, dengan tinggi 30 cm yang juga dapat menghasilkan air dalam jumlah yang sangat banyak. Kedalaman air dari bibir sumur berjarak 3 meter, kemudian kedalam mata air samapi dasar sumur sekitar 17 meter. Adapaun diameter sumur tersebut sekitar 1.46 hingga 2,66 meter. Info lainnya terkait letak sumur zamzam bisa dilihat disini

admin

Terus belajar dan berusaha istiqamah diatas sunnah