Ihram merupakan salah satu rukun dan wajib haji ataupun umroh. Dengan tidak melaksanakannya, maka tidak sah umroh atau haji yang ditunaikannya. Selain itu juga selama dalam posisi ihram, setiap jemaah harus betul-betul memperhatikan mana yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak boleh (yang menjadi larangan ihram), baik larangan ihram tersebut untuk jemaah laki-laki ataupun perempuan.
Perlu kita ketahui bersama juga sebelumnya bahwa pengertian ihram adalah keadaan dimana seseorang yang telah berniat untuk menunaikan umroh dan haji, kemudian dilaksanakannya niatnya tersebut di suatu tempat yang biasa disebut dengan miqat.
Tempat Miqat
Setiap jemaah haji ataupun umroh dari Indonesia termasuk di dalamnya rombongan jemaah dari travel haji plus HaramainKu biasanya melakukan miqat di tempat-tempat berikut ini:
- Bir Ali: Miqat di bir ali biasanya dilakukan oleh jemaah haji umroh di Indonesia, lokasinya sekitar 9 kilomet dari Madinah
- Yalamlam: Lokasinya berada di tenggara kota Makkah. Biasanya jemaah haji umroh Indonesia yang berihram di yalamlam, maka dilakukannya di dalam pesawat ketika sudah memasuki Yalamlam.
Selama berada di Miqat, maka para jemaah mulai melakukan Ihram (baca disini juga terkait tata cara ihram)
Larangan Ihram
Setidaknya ada larangan umum dan larangan khusus dalam ihram. Larangan umum tersebut baik jemaah laki-laki ataupun perempuan dilarang melakukannya, namun apabila larangan bersifat khusus hanya untuk laki-laki atau perempuan saja. Berikut penjelasan detailnya:
Larangan Ihram Khusus Bagi Laki-Laki
- Jemaah umroh atau haji laki-laki dilarang memakai pakaian yang memiliki jahitan, seperti celana, jaket, kaos, baju koko.
- Dilarang juga memakai sarung kaki yang terbuat dari kulit.
- Dilarang menggunakan penutup kepala seperti peci, sorban dan sejenisnya
Larangan Ihram Khusus Bagi Perempuan
- Dilarang menutup wajah seperti menggunakan masker dan cadar (kecuali darurat seperti ada wabah penyakit)
- Dilarang menggunakan quffazain (kaos tangan) menurut imam Ahmad bin Hambal, Imam Syafi’i dan Imam Malik.
Larangan Ihram Bagi Laki-Laki dan Perempuan (Umum)
- Dilarang melakukan khitbah/ lamaran dan pernikahan
- Dilarang melakukan hubungan suami istri
- Dilarang memakai wangi-wangian
- Dilarang menikahkan seseorang
- Dilarang membunuh binatang buruan darat
- Dilarang memotong dan mencukur rambut (rambut kepala, ketiak, kemaluan dan rambut apapun di tubuh)
- Dilarang memotong kuku
- Dilarang merusak dan mencabut pepohonan
- DIlarang memakai minyak rambut yang harum ataupun tidak wangi
Apa Konsekuensi Orang Yang Melanggar Larangan Ihram?
Jika seseorang sudah dalam posisi berihram, maka tidak boleh ia melakukan hal-hal yang merupakan suatu pelanggaran, seperti melanggar larangan ihram. Sebab jika seseorang melanggarnya, maka konsekuensi dari itu adalah wajib membayar damm atau fidyah berupa:
- Menyembelih satu ekor kambing
- Memberi makan enam orang miskin dan
- Berpuasa selama 3 hari
Penyebab Seseorang Melanggar Larangan Ihram
Seseorang melangar larangan ihram biasanya dikarenakan beberapa hal berikut ini:
- Tidak mengetahui ilmunya. Biasanya seseorang belum mengetahui ilmunya bahwasannya hal-hal yang ia lakukan selama berihram merupakan suatu pelanggaran. Oleh karenanya penting bagi kita semua yang hendak berangkat umroh ataupun haji, menggunakan travel haji dan umroh yang kompeten dan sangat disarankan yang mengikuti tuntunan sunnah.
- Lupa/ Khilaf
- Disengaja
Semoga bermanfaat.
