Kota Thaif merupakan salah satu kota yang mungkin tak asing oleh jemaah haji dan umroh. Biasanya salah satu rangkaian ziarah dan city tour jemaah haji dan umroh ialah mengunjungi kota Thaif.
Kota yang berhawa sejuk ini memang sangat melekat dengan dakwah dari Rasul Shallallahu Alaihi Wassalam. Kota ini menjadi sangat istimewa ketika kurang lebih 10 hari Rasul Shallallahu Alaihi Wassalam berdakwah justru mendapat sambutan yang tidak baik.
Kesantunan dan kejelian Rasul Shallallahu Alaihi Wassalam memang benar, Beliau tidak membalasnya melainkan mendoakan agar penduduknya mendapat hidayah dan kembali ke jalan Allah.
Kota Thaif Saat Ini
Jalannya cukup menanjak di kota ini seperti jalan menuju ke dataran tinggi. Namun bukan Thaif namanya jika tidak memiliki daya tarik. Di kota Thaif saat ini setidaknya bisa ditemui beberapa hal yang menarik dan kaya akan nilai sejarah. Antara lain:
- Masjid Ibnu Abbas
- Masjid Addas
Masjid Abdullah Ibn Abbas atau Masjid Ibnu Abbas

Di belakang masjid ini terdapat makam dari salah satu sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam Abdullah Bin Abbas atau biasa di Indonesia dikenal dengan Ibnu Abbas Radiallahu Anhu.
Beliau adalah sosok sahabat yang banyak meriwayatkan hadist, dan salah satu doa dari Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam ialah agar Abdullah Bin Abbas menjadi seorang yang fakih dalam ilmu agama.
Doa tersebut diiajab, Abdullah Bin Abbas yang merupakan sahabat junior nabi menjadi ulamanya para ulama, dimana para orang sholeh seperti Abu Bakar Radiallahu Anhu, Umar Bin Khattab Radiallahu Anhu dan sahabat-sahabat lainnya tidak jarang banyak bertanya terkait suatu perkara yang memerlukan pemikiran mendalam terkait agama kepada Abdullah Bin Abbas Radiallahu Anhu.
Posisi masjid yang berada di dataran tinggi ini membuat suasana menjadi sejuk dengan izin Allah. Maka tak heran apabila hal ini membuat banyak orang merasa nyaman ada di dalamnya.
Masjid Addas
Ada kisah yang sangat menyentuh hati dari perjuangan Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Perlu diketahui bahwa dahulunya di masjid ini oleh beberapa Sejarahwan Islam adalah kebun anggur. Karena bersyukurnya masyarakt Thaif bisa memeluk Islam maka ia mendirikan masjid atas nama Addas yang merupakan budak.
Addas adalah seorang budak yang bertemu Rasul Shallallahu Alaihi Wassalam. Ia sebelum masuk Islam, merupakan seorang Nasrani.
Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam ketika berdakwah menyebarkan risalah islam di kota thaif banyak sekali halangan yang menerpanya, baik dari kalangan pembesar suatu suku sampai masyarakat umum.
Terpaan yang dihadi bukan hanya sebatas mental, melainkan fisik yang membuatnya saat berdakwah di Thaif menjadi berdarah-darah tubuhnya. Ia ditemani bersama Zaid Bin Haritsah terus mencari tempat untuk berlindung dari serangkain serangan fisik yang bertubi-tubi.
Sampai pada akhirnya Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam tiba di suatu perkebunan anggur dan seraya berdoa menyampaikan banyak hajatnya kepada Allah demi umat.
Melihat hal ini Addas datang, dan membawakan setangkai anggur. Lalu ketika Addas mengetahui dari Rasul Shallallahu Alaihi Wassalam bahwa tempat dimana tinggal merupakan tempat dimana seorang Rasul juga tinggal yakni Yunus Alaihi Salam, maka ia tak lama langsung masuk Islam.
Tak lama setelah itu Rasul Shallallahu Alaihi Wassalam kembali ke Makkah dengan perasaan yang khawatir, karena sebelumnya Malaikat Jibril dan Malaikat Penjaga Gunung tinggal menunggu instruksi Nabi Alaihi Wassalam untuk membalikkan gunung di depan thaif, namun Rasul Shallallahu Alaihi Wassalam lebih memilih untuk memohon agar penduduk Thaif dikemudian hari beriman kepada Allah.
