Bisa melaksanakan umroh bagi sebagian orang mungkin seperti mimpi indah yang menjadi kenyataan. Setidaknya minimal setiap orang islam harus memiliki cita-cita dan bisa merealisasikannya untuk berangkat umroh 1x dalam hidupnya, tidak peduli seberapa mahal harga paket umroh yang harus dibayar, yang paling terpenting adalah modal tekad, ikhtiar dan tawakal kepada Allah yang selalu diiringi dengan doa insyaAllah bisa terkabul.
Disini kita akan membahas lebih detail mengenai fenomena harga umroh khususnya di kala pandemi. Seperti yang kita ketahui bersama, Qadarullah dengan adanya pandemi yang melanda seluruh dunia termasuk Saudi dan Indonesia membuat regulasi dalam melaksanakan ibadah umroh tentunya berbeda, praktis hal itu membuat harga paket yang harus dikeluarkan menjadi lebih mahal dari sebelum pandemi. Oleh karenanya jangan sampai anda tertipu dengan penawaran paket umroh yang masih dengan harga 18 Jutaan sampai dengan di bawah 30 Jutaan. Mengapa Demikian?
Berikut ini akan dijabarkan apa saja yang menjadi penyebab harga atau biaya umroh lebih mahal, sehingga jangan sampai anda tertipu oleh penawaran paket umroh mulai dari 18jutaan apabila kondisi belum normal
Dimulai Dari Regulasi Menggunakan Hotel
Faktor penginapan yang digunakan oleh jemaah untuk bermalam di Saudi menjadi faktor pertimbangan yang sangat serius diperhatikan. Faktor-faktor tersebut ialah:
1. Regulasi Hotel Bintang 5 Yang Digunakan
Semua calon jemaah wajib menggunakan hotel bintang 5 selama di Makkah dan Madinah. Kebijakan ini diasumsikan bahwa kualitas dan penetapan protokol kesehatan di hotel bintang 5 sudah sesuai standar yang ditetapkan.
Mari kita berhitung, apabila harga paket umroh yang mulai dari 18 jutaan tersebut bisa akomodir hal tersebut di kala pandemi, maka apakah jemaah bisa menginap di hotel yang sesuai dengan protokol umroh dari pihak Kerajaan?
Pertanyaan yang muncul:
#Pertanyaan: Apakah yang harus saya lakukan jika ada paket umroh yang menawarkan hotel bintang 4 ataupun 3? Sebab dengan penawaran tersebut, biaya umroh yang harus dikeluarkan jadi lebih murah.
#Jawab: Sebaiknya dihindari paket umroh yang tidak sesuai regulasi dari pihak Kerajaan dan Kemenag meskipun dari sisi harga terlihat lebih murah, mengapa demikian? Sebab akan beresiko di kemudian hari dan lebih mahal harganya apabila ketika sudah sampai lalu ada pengecekan dari pihak Kerajaan sehingga calon jemaah harus membayar uang lagi untuk pindah ke hotel bintang 5, belum lagi jika di poin pelanggaran tersebut terdapat biaya denda.
2. Regulasi Kamar Yang Dibutuhkan
Jika dahulu seseorang yang pergi sendiri untuk berumroh, bisa memilih untuk pakai paket umroh dengan kamar quad. Namun karena ada regulasi umroh new normal, saat ini setiap jemaah umroh hanya wajib menggunakan kamar double. Umumnya jika di hotel bintang 4 kenaikan harga kamar dari quad ke double mulai dari Rp 2.500.000, maka sudah hampir dipastikan kenaikan harga kamar dari quad ke double di hotel bintang 5 akan lebih mahal.
3. Regulasi Durasi Hari Yang DIbutuhkan
Sudah harus menginap di hotel bintang 5 dengan kamar double, durasi untuk berada di tanah suci juga lebih lama ketimbang sebelumnya, bila sebelumnya untuk berumroh hanya 9 hari dengan pola 2 hari untuk perjalanan, 4 hari di Mekah dan 3 hari di Madinah, saat umroh new normal minimal 12 hari karena perlu karantina 3 hari sebelumnya.
Lalu apakah masuk akal jika harganya masih sekitar 18 Jutaan?
Sekian, semoga bermanfaat
