Kewajiban Haji dan Kapan Mulai Diwajibkan?
Haji diwajibkan sekali seumur hidup atas setiap muslim yang memenuhi syarat. Kata Allah di dalam surat Ali Imran ayat 97
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ ٩٧
Dan kewjaiban manusia kepada Allah untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullah yaitu bagi yang mampu kesana, siapa yang mengingkari kewajiban haji sesungguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh alam
Kata Nabi ketika ditanya Malaikat Jibril tentang Islam:
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ . رواه البخاري و مسلم .
“Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan'”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kata Nabi dari Abu Hurairahradhiyallāhu ‘anhu menceritakan Rasulullāh ﷺ berkhutbah dan berkata:
أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا
“Wahai manusia, telah diwajibkan Haji atas kalian maka berhajilah”
Maka berkata seorang laki-laki ‘apakah setiap tahun wahai Rasulullāh?’ Beliau ﷺ diam sampai ditanya tiga kali, kemudian Beliau ﷺ berkata ‘Kalau aku berkata iya niscaya haji akan menjadi wajib setiap tahun dan kalau demikian maka kalian tidak akan mampu melaksanakannya” (HR. Muslim)
Dari Imam An Nawawi dan mayoritas ulama berpendapat bahwa berhaji sekali dan segera mungkin tidak boleh ditunda-tunda.
تَعَجَّلُوا إِلَى الْحَجِّ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ
“Hendaklah kalian bersegera melakukan haji karena salah seorang diantara kalian tidak tahu apa yang akan menimpanya” (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad Ibn Hanbal didalam Musnadnya)
Sebagian ulama berpendapat bahwa haji wajib bagi setiap muslimin. Tepatnya di tahun ke-9 Hijriah, karena ayat terkait haji ada pada surat al imran, dan awal al imran diturunkan pada tahun datangnya utusan kabilah-kabilah pada Nabi di tahun 9 hijriah Asy-Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi rahimahullāh dan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullāh.
Dan Nabi baru melaksanakan ibadah haji di tahun 10 Hijriah karena sibuk menyambut para utusan dan menyampaikan risalah Allah kepada mereka.
Baca Juga:
Informasi Travel Haji Plus
