Makkah merupakan kota suci bagi umat islam yang sarat akan sejarah perjuangan Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihisalam. Oleh karenanya, banyak dari jamaah umroh atau haji yang melakukan ziarah di kota Makkah ini.
Kata ziarah merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang memiliki arti ‘berkunjung’. Secara makna, kata ziarah tidak melulu merujuk arti pada ziarah kubur. Jika ingin mengatakan suatu kata dengan makna khusus, maka kata ‘ziarah’ ini harus ditambah dengan qoid (pengikat/pengkhususan kata). Misalnya kata ‘ziarah kubur’.
Tempat Berziarah Non Bersejarah Dan Bersejarah di Makkah
Di Makkah, terdapat beberapa tempat yang bisa dikunjungi oleh jamaah umroh atau haji. Baik tempat yang penuh dengan sejarah perjuangan umat muslim, ataupun tempat-tempat yang lebih modern yang bisa dikunjungi oleh jamaah umroh atau haji.
Baca juga: Tempat Ziarah di Madinah
Tempat Berziarah Bersejarah di Makkah
- Jabal Nur
Jabal Nur merupakan salah satu tempat bersejarah bagi umat Islam di kota Makkah al mukaromah yang sering dikunjungi oleh jamaah umroh atau haji. Jabal Nur adalah sebuah gunung yang istimewa dimana terdapat gua Hira. Di dalam gua Hira ini lah wahyu dari Allah subhanahuwata ‘ala pertama kali turun kepada Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihissalam melalui malaikat Jibril.
- Jabal Tsur
Umat islam tentu sudah tidak asing dengan kisah perjuangan Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘alaihissalam dalam menegakan agama Allah di Jabal Tsur ini. Ya, di dalam Jabal Tsur inilah tempat dimana Nabi Sallallahu ‘alaihissalam bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraish. Gua Tsur tidaklah terlalu besar. Hanya cukup dimasuki oleh orang tanpa berdiri tegak. Dan disanalah Nabi besar kita Muhammad Sallallahu ‘alaihissalam bersembunyi selama tiga hari. Dengan ijin Allah subhanahuwata’ala laba-laba membuat sarang di mulut gua dan juga burung merpati, sehingga gua Tsur pada saat itu luput dari jamahan kafir quaraish.
Tempat Berziarah Non Bersejarah di Makkah

- Menara Abraj Al Bait
Menara Abraj Al Bait merupakan komplek bangunan yang terletak di seberang jalan Masjidil Haram. Pada dasarnya bangunan di Menara Abraj Al Bait didominasi oleh bangunan untuk hotel. Terdapat jam raksasa diatas menara yang menjulang gagah di kota Makkah.
Keunikan dari menara ini salah satunya ialah dari daya tampungnya yang mencapai 100.000 orang yang menurut Wikipedia ditaksir pembangunan biayanya sampai $15 Miliar.
